Minggu, 31 Agustus 2014



A.   PENGANGKUTAN PADA TUMBUHAN

Tujuan system pengangkutan pada tumbuhan adalah mengedarkan zat-zat yang panting bagi kehidupan sel-selnya dan mengambil zat-zat sisa yang sudah tidak terpakai.

Tumbuhan tingkat rendah, seperti jamur dan lumut, belum mempunyai alat pengangkutan khusus karena itu pengedaran zat-zat terjadi dari sel ke sel.

Tumbuhan tingkat tinggi, seperti tumbuhan biji telah memiliki alat pengangkutan khusus yang disebut jaringan pengangkut. Jaringan pengangkut terdiri atas pembuluh kayu (xylem) dan pembuluh tapis (floem).  Dengan adanya jaringan pengankut ini, pengangkutan yang diperlukan tumbuhan berlangsung cepat. Pembuluh-pembuluh pengangkut terdapat pada bagian akar, batang sampai daun.

Pembuluh kayu berfungsi sebagai pengangkut air dan garam-garam mineral dari akar sampai daun untuk fotosintesis. Pembuluh tapis atau pembuluh ayak (floem)  berfungsi sebagai pengangkut hasil-hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Pembuluh kayu dan pembuluh tapis berkumpul dalam satu berkas yang disebut berkas pembuluh. Di antara pembuluh kayu dan pembuluh tapis terdapat jaringan kambium. Yang berfungsi membentuk pembuluh kayu (ke bagian dalam) dan membentuk pembuluh tapis (ke bagian luar) yang baru.

Bagian kayu mengandung banyak sel-sel serabut kayu dan parenkim kayu. Sedangkan bagian kulit banyak mengandung sel-sel serabut kulit dan parenkim kulit. Sel-sel parenkim kayu dan parenkim kulit berfungsi sebagai pelindung bagi pembuluh-pembuluh tapis yang halus. 

penampang melintang berkas pembuluh dikotil dan monokotil


Read More....

Copyright © 2012 RieFrain | Another Theme | Designed by Johanes DJ