A.
PERNAPASAN PADA
TUMBUHAN
Seperti halnya pada
mahkluk hidup lain, tumbuhanpun bernapas untuk memperoleh energy. Tumbuhan hiaju
mengambil oksigen melalui stomata di daun dan lentisel
di batang atau oleh bulu-bulu akar pada akar yang masih muda. Oleh sebab
itulah maka tanah pertanian diusahakan agar selalu gembur supaya akar tanaman
mudah memperoleh udara.
Ada jenis
tanaman tertentu yang mempunyai alat pernapasan khusus, misalnya anggrek epifit mempunyai akar napas, pohon beringin juga
mempunyai akar gantung yang berfungsi sebagai akar napas. Pohon bakau yang
hidup di rawa-rawa mempunyai akar tunjang yang berfungsi juga sebgai alat
pernapasan.
Alat pernapasan
khusus juga dimiliki oleh tanaman lain yang hidup di air seperti kangkung dan
padi. Tumbuhan ini batangnya berongga sebagai saluran udara untuk memudahkan
pengedaran oksigen ke-selnya.
Oksigen masuk
secara difusi. Demikian juga keluarnya sisa pernapasan. Pernapasan dengan
menggunakan oksigen ini disebut pernapasan aerob.
Untuk tanaman tingkat rendah seperti bakteri
dan jamur, pernapasannya tidak memerlukan oksigen karena itu melalui pernapasan
anaerob.
Utnuk mendapatkan energi yang dibutuhkan tanaman menguraikan bahan makanan yang
sudah ada di sekitarnya. Dengan bantuan enzim atau fermen bahan makanan mudah
dicerna, karena itu pernapasan pada tanaman tingkat rendah ini disebut
pernapasan anaerob atau fermentasi atau disebut juga peragian.Kemampuan jamur dan bakteri untuk melakukan fermentasi ini dimanfaatkan dalam pembuatan bir, tape, tempe, roti, alkohol dan lain-lain. Ragi tape mengandung spora jamur sacharomyces yang dapat menguraikan bahan makanan menjadi gula untuk selanjutnya diubah menjadi alkohol dan karbondioksida. Sedangkan ragi tempe mengandung spora jamur rhizopus. Selain menguntukan penguraian oleh bakteri dan jamur terhadap bahan makanan juga dapat menimbulkan kerugian, yaitu kadang-kadang makanan menjadi beracun misalnya pada proses pembuatan tempe bongkrek.
0 komentar: